Image and video hosting by TinyPic

"BERSAMA MEMIMPIN PERUBAHAN"

Image and video hosting by TinyPic

Monday, February 8, 2016

Mahasiswa Berpretasi di Kampus


Pada hakikatnya setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan menggapai impian mahasiswa yang diidamkan. Segala kekurangan yang dimiliki tidaklah layak untuk dijadikan alasan seseorang sehingga tidak berprestasi. Orang-orang besar yang telah menaklukkan dunia juga merupakan orang-orang yang punya kekurangan, misalnya tokoh terkenal Helen Keller yang lahir di Tuscumbia, Alabama, 27 Juni 1880 yang buta dan tuli tidak mengetahui apa-apa perkara, namun ia juga seorang penulis, aktivis politik, dan kaya di Amerika bahkan kisah hidupnya meraih Piala Oscar.
Mahasiswa merupakan orang-orang terpilih, orang-orang berprestasi yang nasibnya lebih baik daripada anak bangsa lainnya yang tidak mendapatkan kesempatan yang sama.  Namun, kini belum semua mahasiswa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengukir prestasi sebaik-baiknya sehingga hanya beberapa orang sahaja yang dapat meraih prestasi gemilang.
Mahasiswa yang telah dibebani predikat berprestasi, seharusnya pro-aktif mendukung  perubahan dan perbaikan di masyarakat  atau  paling tidak di kampusnya masing-masing. Pertama, mahasiswa sebagai agen motivator bagi mahasiswa yang lain yang berada di alam kampus. Corak  kesedaran dan kebangkitan semula harus ditumbuhkan oleh mahasiswa yang lebih dalulu memiliki kesadaran akan semangat  berprestasi.
Semangat berprestasi juga terkadang harus dilihat dengan keadaan dari luar, salah satunya adalah dengan melihat kejayaan orang lain terlebih dahulu. Mahasiswa berprestasi hendaklah dapat membawa  semangat berperestasi itu ke mahasiswa yang lain. Prestasi yang diraih seorang mahasiswa di alam kampus, sedikit sebanyak akan memberi pengaruh terhadap mahasiswa lain terutama yang memiliki potensi dan kelebihan tertentu. Pengaruh itu boleh sahaja menimbulkan idea ke arah yang positif sehingga muncul corak kesedaran yang sihat dan pada akhirnya lahirnya motivasi untuk berprestasi di kalangan mahasiswa kampus.

Berfikiran lebih terbuka
Mahasiswa perlu berfikiran  global dan universal dari pelbagai sudut dan idea dalam perkara yang dilakukan. Seorang mahasiswa berprestasi tidak selayaknya berfikir  misalnya mengukur keberhasilan dari  dalam memperoleh dalam  peperiksaan akademik sahaja. Berfikir global adalah berfikir besar secara menyeluruh termasuk di dalamnya berfikiran sosial dan ruang lingkup yang lebih besar. Berfikir sosial dengan cara yang  lebih terbuka terhadap mahasiswa yang lain mengikut lingkungan kampus dan suasana keadaan di alam kampus. Mahasiswa  itu kemudian diperkenalkan dengan kepimpinan  yang melihat mahasiswa mampu membawa sesuatu lebih kehadapan. Contohnya seorang mahasiswa yang telah mengikuti  bidang kepimpinan hingga tingkat nasional dengan cukup lama sehingga ia memiliki kemampuan  kepimpinan yang lebih tinggi, kemudian keadaan kampus belum mengalami kedewasaan pemikiran sehingga timbul kesadaran untuk memberikan dalam penyelesaian dalam sesuatu perkara.
Berfikir lebih terbuka juga berkaitan dengan  orientasi hidup seorang mahasiswa di alam kampus . Melihat kepada buku yang berjudul Start from the End yang menjelaskan bahawa segala sesuatu yang dilakukan seseorang seharusnya merupakan matlamat dan arah dari tujuan akhir orang tersebut. Orientasi seorang mahasiswa hendaklah tidak hanya terpaku pada orientasi kejayaan pribadi, tetapi juga memperhatikan orang-orang sekitar, menumbuhkan sikap toleransi, kenal-berkenalan dan peduli terhadap setiap keadaan kampus.
Mahasiswa juga perlu ada melakukan pertukaran idea dan pandangan, seorang mahasiswa berprestasi mungkin memiliki pengetahuan dan kemahiran insaniah yang lebih baik dari mahasiswa pada umumnya. Namun demikian, tidaklah berguna jika kelebihan itu membuat seseorang menjadi sombong atau sekadar  ingin memilikinya sendiri. Semangat berkongsi pengetahuan dan kemahiran insaniah  dilakukan dengan cara membuka diskusi-diskusi ilmiah atau  membimbing rakan yang kurang  aktif di kampus.
Kedudukan mahasiswa berprestasi yang  sama seperti mahasiswa yang lain dapat memudahkan bertukar pengetahuan antara satu sama lain. Mahasiswa kebiasaannya yang ada bakat dalam bidang komunikasi yang lancar dapat menjadi nilai lebih dari  pertukaran pengetahuan yang dlakukan oleh mahasiswa dibandingkan dengan yang dilakukan oleh pengurusan yang berwajib khususnya untuk keadaan kampus saat ini.
Seterusnya, mahasiswa juga perlu menjadi ketua yang berpengaruh dan menjadi ikutan dari pelbagai sudut. Jika dalam dunia kampus yang kompleks dengan berbagai pemikiran ini maka untuk mengimbanginya perlu kepada mahasiswa yang menjadi ketua atau pembuka jalan untuk melakukan perubahan baru demi kemajuan kampus. Mahasiswa berprestasi harus menjadi  contoh yang kreatif dan inovatif. Kemudian menjadi pemimpin yang berkaliber dengan berfikir luar kotak dan akhirnya kebaikan yang dimiliki oleh beberapa orang berprestasi itu mampu menjadi teladan yang baik bagi mahasiswa yang lain.

Perkara seperti di atas hanya perkara yang perlu diambil berat di kampus  jika masing-masing individu berprestasi dapat mula melakukannya, maka diharapkan dapat menjadi perubahan di kampus ke arah yang lebih baik. Pada dasarnya, iklim akademik di kampus adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa juga. Tidak dapat dinafikan bahawa tenaga pengajar tidaklah menjadi satu-satunya sumber memperoleh pendidikan, namun proses pendidikan selama di kampus jauh lebih banyak untuk didapatkan dengan  mahasiswa dalam pergaulan selama kuliah dan kampus. Dunia kampus juga menjadi tempat yang paling strategik dalam pencarian jati diri seorang mahasiswa, meskipun banyak orang yang mendapatkan masa depannya dari kampus, namun tidak jarang pula orang yang kehilangan masa depan di kampus. 

'Bersama Memimpin Perubahan'

Muhammad Anas Bin Dollah
Bendahari Kehormat 
Majlis Perwakilan Pelajar
Universiti Sains Islam Malaysia

0 ulasan:

Post a Comment